DartaOutsourcing – Dalam memberikan pelayanan jasa tenaga kerja, Darta Outsourcing (PT Global Maju Bersama, PT Global Mitra Bersama, dan PT Global Media Bersama) menjadi perusahaan penyedia jasa outsourcing terpercaya dan berkualitas. Hal ini terbukti dengan melimpahnya prestasi dan penghargaan yang diraih Global Maju Bersama (GMB) Group.

Berbagai penghargaan bisnis outsourcing yang dicapai itu tak begitu saja didapat, dibutuhkan kerja keras dan perjuangan dari tim Darta Outsourcing. Sejak berdiri pada 2006 lalu, sudah puluhan klien dari berbagai perusahaan yang telah menggunakan jasa Darta Outsourcing. Mereka sadar bahwa dengan menggunakan jasa outsourcing terpercaya, maka mereka siap menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.

Penghargaan bisnis outsourcing:

  • Sertifikat Kompetensi dan Kualifikasi Perusahaan dan jasa lainnya 20600-5-Kadin Kab/Kota Tangerang.
  • Mutu Certificate of Registration ISO 9001:2008 WQA
  • The Best Reliable Company In Outsourcing of the Year, November 2013
  • The Winner International Award 2014 Category As the Most Trusted Company of the Year
  • Innovation Figure Development Award 2013, Category As An Outstanding Executive of Year 2013
  • Certificate Indonesian Improvement Award 2014, Category the Best Trusted Outsourcing Company with Highly Recommended of Year

Baca juga: Tak hanya Cantik, SPG GMB Punya Berbagai Keahlian

Jasa Outsourcing Terpercaya

Peran outsourcing

Pada praktiknya outsourcing dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dengan memanfaatkan sumber daya dari luar menggantikan sumber daya dari dalam perusahaan untuk menyelesaikan tugas tertentu yang selama ini dianggap kurang efisien. Oleh karena itu, istilah outsourcing berkaitan erat dengan restrukturisasi perusahaan yang merupakan usaha pembenahan struktur perusahaan agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan efisien, sehingga perusahaan mampu mencapai competitive advantage dalam bidang usaha yang menjadi core business-nya.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk lebih memfokuskan perhatiannya pada bidang usaha yang benar-benar dikuasainya. Dengan kata lain, agar dapat bertahan dalam persaingan, perusahaan harus manjadi spesialis pada core business-nya bukan sebagai generalis.

Hal ini wajar saja, karena bagaimanapun juga tidak mungkin bagi perusahaan untuk mampu menguasai secara baik berbagai bidang keahlian yang berbeda. Untuk itu, dalam melakukan outsourcing perlu diperhatikan bahwa bidang usaha yang yang akan di-outsource hendaknya merupakan bidang usaha yang bukan menjadi fokus utama perusahaan. Dalam hal ini bidang yang di-outsource adalah bidang penunjang (support functions) bagi kegiatan perusahaan, yang diharapkan akan lebih efisien jika dikerjakan oleh perusahaan pemberi jasa yang berspesialisasi pada bidang tersebut.

Keuntungan menggunakan outsourcing

1. Perusahaan bisa lebih fokus mengurusi bisnis intinya daripada menghabiskan energi, waktu, dan biaya untuk hal-hal yang bersifat teknis.
2. Bisa menghemat anggaran untuk biaya pelatihan karyawan.
3. Dengan penyerahan pengelolaan tenaga kerja ke perusahaan outsourcing, maka perusahaan tidak perlu lagi mengurusi perekrutan, pelatihan, administrasi tenaga kerja dan penggajian, dan lain-lainnya di setiap bulan.
4. Perusahaan bisa mendapatkan pekerja yang benar-benar kompeten di bidangnya.
5. Lebih mudah membuat proyeksi anggaran dan tingkat kualitas hasil pekerjaan, karena bisa mengubah biaya variabel menjadi biaya tetap.
6. Perusahaan tidak lagi direpotkan dengan urusan pesangon, THR, PHK, dan masalah lainnya sehubungan dengan pemutusan tenaga kerja, karena hal ini telah dikelola oleh perusahaan outsourcing.
7. Pekerja dari perusahaan outsourcing biasanya lebih berkualitas daripada pekerja sendiri. Perusahaan outsourcing secara terus-menerus memaksimalkan kualitas pekerja yang disewakannya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pelanggan dan ini merupakan salah satu peran outsourcing.
8. Perusahaan tidak perlu melakukan alih teknologi dan pengetahuan yang butuh dana dan waktu.
9. Lebih fleksibel untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
10. Meminimalkan risiko kegagalan investasi yang mahal.
11. Perusahaan bisa membagi risiko pekerjaan (di mana risiko bidang pekerjaan ditangani oleh perusahaan outsourcing dan risiko di bidang lain ditangani perusahaan itu sendiri).

Baca juga: Peran Outsourcing dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan

5 cara memilih jasa outsorcing

Cara#1. Tetap pada tujuan yang jelas
Ketika melakukan perjanjian, penting untuk kedua belah pihak mengerti apa tujuan yang ingin dicapai. Tentu saja kita bertujuan untuk mencapai keuntungan finansial, tetapi juga perbaikan di bidang lain, seperti pelayanan pelanggan, respons cepat, dan peningkatan kualitas. Pengukuran strategi juga menjadi kunci, bagaimana Anda saat ini melacak proses dan melaporkan hal itu? Apakah tugas ini terselesaikan dengan outsourcing, atau harus ada pembenahan? Sebuah rencana kuat di awal akan mengurangi permasalahan ketika pelaksanaan.

Cara#2. Tetap pada peran Anda
Memilih untuk outsourcing mungkin memiliki arti bahwa Anda mencari perubahan dalam bisnis, jadi perlu diingat perusahaan Anda tetap masih bertanggung jawab pada proses tersebut. Partner (perusahaan outsourcing) tidak dapat bertanggung jawab jika terjadi perubahan “budaya kerja” atau proses berbeda dalam bisnis Anda. Partner ada untuk membantu, tetapi Anda harus mempertahankan kepemilikan dan secara aktif dan tetap mengelola hubungan yang baik. Yang paling penting, jangan pernah menyerahkan masalah kepada tenaga kerja outsourcing. Jika ada hal-hal yang tidak bekerja dengan baik di perusahaan, Anda harus memahami penyebabnya sebelum memilih melakukan outsourcing. Mendelegasikan masalah pada perusahaan lain tentu tidak akan menyelesaikan masalah.

Cara#3. Jauhkan karyawan dari kekhawatiran
Tenaga kerja full time Anda mungkin akan mulai bertanya-tanya jika Anda mulai mulai memilih perusahaan outsourcing. Mereka cenderung memiliki kekhawatiran tentang keamanan pekerjaan mereka sendiri. Tentu saja ini dapat menimbulkan kegelisahan yang terus berkembang. Jangan sampai kegelisahan mereka bertemu dengan kegagalan Anda dalam mengontrol akses komunikasi. Anda harus bisa mengelola rumor yang ada dan berbagai berita-berita yang menimbulkan ketidakharmonisan dengan baik, sehingga perubahan besar dapat disampaikan dan diperkenalkan kepada karyawan. Ingatlah, karyawan full time Anda juga memangku kepentingan dalam perubahan menuju kesuksesan!

Cara#4. Apakah Anda memiliki sumber daya?
Meskipun outsourcing menjadi proses yang dapat membuat Anda meraih jauh lebih dari kemampuan dengan keterbatasan sumber daya perusahaan, proses ini tetap harus memiliki kehadiran dalam bisnis Anda. Mungkin Anda perlu berkaca pada aspek-aspek tertentu dari tim proyek partner outsourcing Anda, yang berarti bisa apa saja mulai dari manajer proyek hingga sumberdaya IT. Kemitraan berarti Anda bekerja sama dengan pihak lain, maka sebaiknya ini bekerja dua arah, jadi pastikan bahwa sumberdaya yang relevan tersedia dan bahwa Anda dapat menangani kebutuhan partner.

Cara#5. Transfer pengetahuan
Ketika proses outsourcing pada partner Anda, tentu sangat penting untuk mentransfer seluruh pengetahuan Anda. Namun, ketika proses outsourcing untuk waktu lama, akan sangat mungkin semua pengetahuan dari proses terlupakan dalam bisnis Anda sendiri. Jika partner tahu lebih banyak tentang proses Anda, ini dapat menyebabkan masalah nantinya. Menjaga pengetahuan tentang proses yang menghidupi bisnis Anda memungkinkan untuk melakukan perubahan dan pengembangan, dan akan memperlancar transisi jika suatu saat Anda mengambilalih kembali pekerjaan itu.

Sebagai perusahaan jasa outsourcing terpercaya, Darta Outsourcing memberikan kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan perusahaan. Dan tentunya tenaga kerja yang diberikan adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya. Untuk informasi dan pelayanan, silakan kunjungi website kami di www.dartaoutsourcing.co.id